JMSI Apresiasi Positif Pergelaran ‘Lemari’ Teater Tonggak

INFOJAMBI.COM – Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Provinsi Jambi menyambut baik dan mengapresiasi positif pergelaran Teater Tonggak berjudul ‘Lemari’, karya sutradara Hendry Nursal, pada 10-11 Juni 2022, di Gedung Teater Arena Taman Budaya, Jambi.

“Betapapun kecilnya sebuah peristiwa budaya muncul di permukaan, tetap menjadi sebuah jejak sejarah dalam proses kontinuitas dinamisasi kebudayaaan,” ujar Doddi Irawan, Ketua JMSI Provinsi Jambi, Kamis, 12/5/2022.

Pemimpin Redaksi infojambi.com, berharap pergelaran ‘Lemari’ dapat menginformasikan pesan ethical serta budaya kepada masyarakat luas.

“Semoga pergelaran ini mampu meneruskan usaha pencarian ekspresi teater yang tak pernah luntur dan menginformasikan pesan moral serta budaya kepada masyarakat luas. Sangat terlihat akan berefek bagi pendidikan,” tuturnya.

Dukungan semua pihak teramat berarti. Diyakini dukungan yang diberikan semua pihak dalam bentuk apapun menjadi pemacu adrenalin tersendiri bagi Teater Tonggak, khususnya komunitas seni di Jambi. Semoga pergelaran berjalan sukses.

Sementara itu, Hendry Nursal menyampaikan salam hormatnya terhadap JMSI Provinsi Jambi serta semua pihak yang telah memberi dukungan.

“Saya sangat berterima kasih atas dukungan JMSI Provinsi Jambi, serta semua pihak untuk menyukseskan pergelaran ‘Lemari’ karena ekspresi daya kerja Teater Tonggak berusaha secara kontinyu menggali potensi lokal dan regional di bidang seni budaya, sosial, dan kemasyarakatan yang diaplikasikan dalam bentuk kerja teater dan terus menggali baik itu Hutan, Air, Tanah bahkan Udara dengan harapan bukan menggurui namun dapat memberikan suatu proses pencerahan diri. Salam hormat saya dan keluarga besar Teater Tonggak,” imbuhnya.

“Jangan sampai kehabisan tiket, untuk pelajar dan mahasiswa ada harga khusus atau spesial. Terus lihat dan pantau media sosial,” Pungkas Hendry.

Sekilas Gambaran ‘Lemari’

Levon bersikeras ingin menjual rumah dan harta peninggalan orang tua namun dilarang oleh Saudaranya Mahesa dan Rian karena mengikuti amanah atau wasiat terakhir. Tetapi wasiat yang dipertahankan sebenarnya menyimpan rahasia besar yaitu tragedi berdarah.

Dibalik kisah itu, isi dan penghuni lemari saling berdebat, menunjukkan peran terhebatnya. Mereka saling mengejek, saling mentertawakan, tanpa peduli perasaan, menyerang dan menyakiti yang dianggap paling jelek. Tidak kalah berkecamuknya pertikaian Hati mereka.

Pergelaran Lemari selain Teater tonggak juga didukung oleh Aktor dan Aktris muda berbakat lintas generasi dan genre seni yang berasal dari berbagai Komunitas yaitu Sanggar Seni RASI, UKM Seni dan Budaya Aek Ngalir Universitas Batanghari, Sanggar Seni Kampus Biru FKIP Universitas Jambi, Sanggar Seni FKIP Universitas Batanghari, Teater Alief Gentleman 2 Jambi, UKAR Dance Job, Simpul Merah Artwork Movement, serta Mahasiswi Sendratasik Universitas Jambi.

Konsultan Artistik: Didin Siroz, Manager Panggung: Raja Rizky Maylando, Penata Artistik: Mahendra, Penata Cahaya: Fery Apriyan, Penata Sistem Suara: Verri Ario, Koreografer: Tri Putra Mahardhika, Arranger: Ahmad Junaidi, Ilustrasi Musik: Ari Wibowo, Penyanyi: Audina Putri, Animasi Gambar: Lala, Penata Rias: Henny Gallery, Penata Kostum: Latifah Siroz, Dokumentasi: Pugga, Publikasi dan promosi: Dina Dwi Oktavia dan Anisa putri mayang sari, Sekretaris produksi: Liza Lazuarmi dan Annisha, Pimpinan produksi: Hendry Nursal.

Didukung oleh: Taman Budaya Jambi, Satpol PP Kota Jambi, Pelaku Teater Indonesia Korda Provinsi Jambi, Ajwa Jambi, Gerai Betubi, Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) provinsi Jambi, Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) provinsi Jambi, Asosiasi Media Sosial dan Siber Indonesia (Amsindo) provinsi Jambi, Harian pagi Jambi Unbiased, Jambi-unbiased.co.id, jambiupdate.co, Jamberita.com, Infojambi.com, metrojambi.com, Harian pagi Jambi One, jambione.com, sitimang.id, pilarjambi.com, Thaha Journal dan Asri Media Group.

Diperankan oleh Zander Subagja sebagai Mahesa, Jagat Alfath Nusantara sebagai Rian dan Hendry Nursal sebagai Levon, lalu Deni Haryanto sebagai Jas, Agung Syahputra sebagai Celana, Muhammad Mun’im sebagai Pakaian, Afriji Gandawa Frana sebagai Jeans, Hary Extrada sebagai Dalaman dan Mahendra sebagai Kemeja.

Kemudian wanita: Selly Septiani, Bilqis Shyandi, Sri Mulyani, Janisha Dwi Putri, Natasya Salsabilla. Kisah LEMARI adalah buah karya dan disutradarai: Hendry Nursal, Rahasia apa yang ingin ditutupi Rian dan Mahesa,?